"Kisah Istri Sholehah…" (Berhak Untuk Dibaca…!!)

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah. 

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. 
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Belajar dari Malam dan Gelap

Malam dan Gelap


Malam adalah waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit. (KBBI, Wikipedia)

Malam juga dapat didefinisikan sebagai suatu masa (waktu) di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap.

Pada saat belahan planet bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari.

Malam hari kadang-kadang didefinisikan sebagai waktu antara tenggelamnya Matahari di ufuk (horizon) sebelah barat sampai munculnya matahari di ufuk sebelah timur pada keesokan harinya. (Wikipedia).

Dalam bahasa Arab disebut الليل (al-lailu) terdapat didalam Al-Quran dalam 65 ayat. Berbicara tentang malam, maka itu akan menyinggung matahari, bulan dan bumi serta rotasinya.

Siang dan malam terjadi karena bumi berputar pada porosnya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Pada malam hari akan terlihat Bulan dan Bintang-bintang.

Pernahkah Anda berfikir melihat begitu teraturnya BUMI mengelilingi MATAHARI, BULAN mengelilingi BUMI serta berputarnya BUMI pada sumbunya (berotasi) ?

Siapakah yang mengatur semua ini sehingga berjalan dan berputar secara teratur ?

Adakah ILMUWAN ? atau orang KAYA, atau yang GAGAH dan RUPAWAN, atau Negara dan Wilayah yang MAJU dan KUAT yang melakukan itu ?

Sampai saat ini tidak ada satu orang pun atau bahkan banyak sekalipun yang mengaku menjalankan dan bisa mengatur silih bergantinya siang dan malam.

Tidak yang paling KUAT, yang paling KAYA, yang paling GAGAH, CANTIK dan TAMPAN. Tidak para RAJA dan PENGUASA sekalipun. Mereka semua ternyata tidak ada yang bisa melakukan itu dengan segala apa yang dibanggakannya.

Tidak ada satu Negara pun atau bahkan SEMUA Makhluk di bumi ini sekalipun bersatu untuk menggerakkan bumi walau hanya 1 meter apalagi membuat bumi berputar.

Bukankah yang menggerakkannya MAHA KUAT dan MAHA KUASA ?
Bukan hanya menggerakkan 1 km tapi berputar terus menerus.

Bukan hanya itu, dibuatnya MATAHARI bersinar dan tidak berhenti bersinar. Agar malam dan siang silih berganti, untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena adanya MATAHARI yang bersinar terus menerus ? Dan itu atas kehendak Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena BUMI berputar pada porosnya ? Dan itu atas kuasa Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena BUMI berputar mengelilingi MATAHARI ? Dan itu hanya karena Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada adalah bukti Keagungan dan Kekuasaan Allah ? Allahu Akbar.

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ

إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ

ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ

مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ

 يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ

"Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar ?"
(Al-Qosos : 71)

Lalu, nikmat Allah yang manakah (lagi) yang kita ingkari ?

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ

وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ

 لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ

أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(Al-Furqon : 62)

Kalau begitu,...

Bukankah Allah Yang Maha Agung dan Maha Kuasa lebih pantas kita SEMBAH ?

Bukankah Allah yang Maha Menciptakan semua itu lebih pantas kita TAATI ?

Bukankah Allah yang Maha Menjalankan serta Membuat semua itu teratur lebih pantas kita PATUHI ?

Bukankah Allah yang Maha Menjadikan Siang dan Malam itu silih berganti lebih pantas kita AMBIL dan PATUHI aturanNya ?
       
========<>========
MAJELIS CINTA QURAN

Terima Kasih - IBU


Terima Kasih


Mungkin itulah ungkapan yang paling pantas kita ucapkan bila mengingat kebaikan dan ketulusan orang tua kita (terutama ibu).

Bagaimana tidak, sejak mengandung, melahirkan, menyusui hingga merawat dan mengasuh anaknya seorang ibu tidak pernah meminta balasan atau upah dari semua itu.

Malam tidak bisa tidur, pagi bangun lebih awal, menggantikan pakaian, menyiapkan makan dan seterusnya.

Raut mukanya mungkin sudah keriput saat Anda kini beranjak dewasa dan berkeluarga.

Pernahkah Anda mengucapkan terima kasih kepada mereka (Ayah dan Ibu Anda) ? Ucapkanlah kepada mereka berkali-kali dan sebanyak-banyaknya.

Bagi Anda yang jauh dengan mereka, angkatlah telepon dan ucapkan salam kepada mereka, tanyakan kabarnya dan ucapkan terima kasih.

Apa respon mereka ?

Mungkin yang akan Anda dengar adalah isak tangis dan deraian air mata yang mengalir dari Ibu dan Ayah Anda. "Ibu baik-baik saja nak, kamu bagaimana sehat kan ?" perhatikanlah kalimat terakhirnya.

Allah berfirman :

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya;

حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,

وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ

dan menyapihnya dalam dua tahun.

أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kalian kembali. (31:14)

Perhatikanlah betapa lembutnya dan Maha Baiknya Allah kepada orang tua kita. Allah mengajari kita berbuat lembut kepada kedua orang tua kita dengan sebaik-baik akhlaq, prilaku dan perbuatan.

Maka perhatikanlah,

Mengapa kita harus berbuat baik dan menghormati kedua orang tua kita ? Ya, karena kita diperintahkan Allah berbuat demikian kepada mereka.

Lebih detail Allah menyebutkan karena jasa dan perbuatan baik mereka kepada kita yang telah menjaga kita dengan kasih sayangnya sejak dalam kandungan yang semakin berat hingga menyusui (sebagaimana dalam tekstual ayat) dan seterusnya hingga kita besar dan dewasa, menyiapkan makan untuk kita dan seterusnya.

Sekarang perhatikanlah apa yang dilakukan Allah kepada hambanya bahkan semua makhluk ciptaanNya. Semua manusia bukan hanya Anda, tapi juga ibu Anda bahkan banyak Ibu dan banyak lagi manusia, bahkan selain manusia juga hewan dan binatang lain.

Dia sediakan bumi untuk kita tinggali, dibangunNya langit yang tinggi tanpa tiang sebagai atap untuk kita.

DiturunkanNya hujan agar ditumbuhkanNya buah-buahan dan tanaman lain sebagai makanan yang sehat dan segar untuk kita.

DipancangkanNya gunung agar Bumi tidak menggoyang kita, dialirkanNya air sebagai sumber kehidupan untuk kita.

Tidakkah pantas kita berterima kasih dan bersyukur kepadaNya ?

Bukankah adanya Ibu dan Ayah yang telah merawat kita juga adalah ketentuan Allah yang dianugerahkannya untuk kita ?

Bukankah makanan yang disiapkan orang tua kita juga adalah nikmat yang disediakan Allah untuk semua manusia ?

Dan perlu diingat bahwa fasilitas dan pemberian Allah tadi disediakanNya untuk semua makhlukNya baik yang taat maupun yang berpaling dari petunjukNya.

Ya karena Dia tidak butuh kita, tidak butuh ibadah dan ketaatan kita. Tapi kitalah yang butuh makan dan minum, butuh yang merawat dan mengasuh dan seterusnya. Butuh Oksigen dan Jantung serta organ tubuh lainnya agar hidup kita tetap berlangsung dan kita butuh makanan.

Segala Puji Hanya untukMu ya Allah (Alhamdulillahi Rabbil 'alamin)

Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmatMu dan mentaati segala perintahMu juga petunjuk utusanMu Muhammad SAW. Amin

Kisah sedih seorang istri solehah

Kisah sedih seorang istri solehah



Selamat membaca grin emoticon
Mengharu biru; kekuatan kata istri shalehah dalam kisah ini begitu mengena. Catatan yang diambil dari page di sajadah cinta ini , semata-mata ingin menyebarkan manfaat yang terkandung dalam kisah ini.
Semoga bermanfaat_

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku.
Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas
laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati
bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya
kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg
meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti
ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami”
jawabnya tegas.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.
“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di
siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya
menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru
menjemput saya dari kantor, hari ini
lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami
masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami
minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil
sendirilah”. Pusing membuat saya tertidur hingga lupa
sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing
pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan
pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang
bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan
semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar,
berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu
lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah
suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman,
tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi.
Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini
menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan
hak suami saya.”
Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini
merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air
mata yg di usapnya.
“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat
berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar
600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya.
Dan malam itu saya benar-benar merasa
durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang
saya miliki, saya merasa tak perlu meminta
nafkah pada suami, meskipun suami selalu
memberikan hasil jualannya itu pada saya,
dan setiap kali memberikan hasil jualannya ,
ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki
dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita.
Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an
umi ridho”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan
dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini
membuat saya sombong pada nafkah yang
diberikan suami saya”, lanjutnya
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan
untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan
dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai
nafkah yang diberikan suami. Wanita itu
begitu susah menjaga harta, dan karena
harta juga wanita sering lupa kodratnya,
dan gampang menyepelekan suami.”
Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan
bagiku untuk berbicara.
“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung
ke rumah orang tua, dan menceritakan niat
saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan
saudara-saudara saya tidak ada yang
mendukung niat saya untuk berhenti
berkerja. Malah mereka membanding-
bandingkan pekerjaan suami saya dengan
orang lain.”
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh
kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti
dia? Menerima sosok pangeran apa adanya,
bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
“kak, kita itu harus memikirkan masa
depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita
kak. Biaya hidup sekarang ini besar.
Begitu
banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah
kakak malah pengen berhenti kerja. Suami
kakak pun penghasilannya kurang. Mending
kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah
kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak
juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga,
seharusnya nikah sama yang kaya. Sama
dokter muda itu yang berniat melamar
kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi
kakak lebih milih nikah sama orang yang
belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak
bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya
penghasilan tetap dan yang paling buat
kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih
suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di
bank oleh saudara sendiri yang ingin
membantupun tak mau, sampai heran aku,
apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya
kembali, menceritakan ucapan adik
perempuannya saat dimintai pendapat.
“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu.
Saya menangis bukan Karena apa yang
dikatakan adik saya itu benar, bukan karena
itu. Tapi saya menangis karena imam saya
dipandang rendah olehnya. Bagaimana
mungkin dia meremehkan setiap tetes
keringat suami saya, padahal dengan
tetesan keringat itu, Allah memandangnya
mulia. Bagaimana mungkin dia menghina
orang yang senantiasa membangunkan
saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana
mungkin dia menghina orang yang dengan
kata-kata lembutnya selalu menenangkan
hati saya. Bagaimana mungkin dia
menghina orang yang berani datang pada
orang tua saya untuk melamar saya,
padahal saat itu orang tersebut belum
mempunyai pekerjaan. Baigaimana
mungkin seseorang yang begitu saya
muliakan, ternyata begitu rendah
dihadapannya hanya karena sebuah
pekerjaan.
Saya memutuskan berhenti bekerja, karena
tak ingin melihat orang membanding-
bandingkan gaji saya dengan gaji suami
saya. Saya memutuskan berhenti bekerja
juga untuk menghargai nafkah yang
diberikan suami saya. Saya juga
memutuskan berhenti bekerja untuk
memenuhi hak-hak suami saya. Semoga
saya tak lagi membantah perintah suami.
Semoga saya juga ridho atas besarnya
nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan
pekerjaan suami saya, sangat bangga,
bahkan begitu menghormati pekerjaannya,
karena tak semua orang punya keberanian
dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang
lebih memilih jadi pengangguran dari pada
melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi
lihatlah suami saya, tak ada rasa malu
baginya untuk menafkahi istri dengan
nafkah yang halal. Itulah yang membuat
saya begitu bangga pada suami saya.
Semoga jika anty mendapatkan suami
seperti saya, anty tak perlu malu untuk
menceritakannya pekerjaan suami anty
pada orang lain. Bukan masalah
pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya,
berkahnya, dan kita memohon pada Allah,
semoga Allah menjauhkan suami kita dari
rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil
tersenyum manis padaku.
Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas
ingin meninggalkannku. Kulihat dari
kejauhan seorang ikhwan dengan
menggunakan sepeda motor butut
mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi
kaca helm, meskipun tak ada niatku
menatap mukanya. Sambil mengucapkan
salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang
sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.


Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari
ini aku dapat pelajaran paling baik dalam
hidupku.
Pelajaran yang membuatu menghapus
sosok pangeran kaya yang ada dalam
benakku..
Subhanallah..
Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap
kebahagiaan itu adalan kaya akan materi..
mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya
itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat
ALLAH walaupun tanpa ada materi yang
bersifat wah..

10 Tanda (Mungkin) Dia Jodoh Anda

10 Tanda (Mungkin) Dia Jodoh Anda


Jodoh, Rezeki dan Mati memang sudah ditentukan oleh Allah ketika manusia berada dalam kandungan. Tapi sampai manusia lahir dan bahkan dewasa sekalipun, tidak ada yang memberitahu kepada kita siapa jodoh kita. Sehingga kita sebagai manusia wajib berikhtiar untuk mendekatkan jodoh kita masig-masing.

Jodoh adalah misteri. Kadang kita cari jauh-jauh, eh ternyata jadinya sama tetangga kita sendiri. Sebab kita memang tidak tahu siapa bakal jodoh kita. Tapi tanda-tanda di bawah ini barangkali bisa membantu anda dalam menentukan sikap ketika sudah dekat dengan seorang wanita/pria.

10 tanda mugkin dia jodoh anda


Allah SWT memberi manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan akal untuk berpikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya untuk mengungkapkan rahasia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Ketika bersama, masing-masing dapat merasakan kemanisan cinta dan saling membutuhkan satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama.


  1. Bersahaja
 Dia bersikap bersahaja dan tidak bersandiwara. Coba perhatikan cara dia berpakaian, cara berbicara, cara ketawa serta cara makan dan minum. Apakah ia spontan dan tidak dikontrol ataupun terlihat aneh. Kalau ia nampak kurang nyaman dengan gayanya, berarti dia sedang berakting. Kadang-kadang, kita dapat mendeteksi apakah dia sedang berakting. Tetapi, ketika dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.

  1. Nyaman Bersamanya
Meskipun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita selalu tenang, gembira dan dia menjadi pengobat kedukaan kita. Dia juga merasakannya. Rasanya nyaman sekali saat bersama. Bila berjauhan, terasa ada tekanan dan merasa ingin bertemu dengannya. Tidak siang ataupun malam, kalau tidak ada dia rasanya ada yang hilang.

  1. Menerima Apa Adanya
Apapun kisah masa lalu yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan mantan kekasih anda sebelumnya andaa yang mulai. Dia juga tidak mengungkit-ungkit masa lalu anda. Yang penting, siapa anda sekarang. Biarpun dia tahu anda pernah memiliki kekasih sebelumnya, dia tidak ambil pusing. Yang dia tahu, anda adalah miliknya sekarang. Dia juga mau berbagi kisah masa lalunya. Tidak perlu menyimpan rahasia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

  1. Selalu Jujur

Dia tidak cerita apa yang anda lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hukum agama. Sikap jujur ​​yang dipamerkan menarik hati anda. Kejujuran bukan hal yang bisa diperankan. Kita dapat mencurigai sesuatu saat seseorang menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik anda. Bila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Bila dia tidak jujur, sulit baginya menghindari berselingkuh. Bila dia jujur, semakin hangat hubungan cinta anda. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

  1. Saling Percaya

Setiap orang memiliki rahasia tersendiri. Adakalanya suatu rahasia perlu dibagi supaya dapat mengurangi beban yang ditanggung. Bila anda memiliki rahasia dan ingin memberitahu kekasih, apakah rahasia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka merasa aman saat memberitahukan rahasia-rahasia kepada kekasihnya dibandingkan teman yang lain. Satu lagi, kita tidak merahasiakan apa pun kepadanya dan kita merasa pasti rahasia kita aman. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah orang yang memperoleh keduanya.

  1. Senang Bekerjasama

Bagi anda yang menginginkan hubungan cinta berhasil dan langgeng dalam jangka waktu yang panjang, anda dan dia harus saling bekerjasama melalui hidup ini. Anda dan kekasih perlu melakukan kerja sama melakukan suatu hal apakah hal seremeh sekalipun. Segala pekerjaan yang dilakukan harus disertai rasa ikhlas untuk membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Hal paling penting, anda dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Anda dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting karena ia mempengaruhi kehidupan kita di masa depan.

  1. Memahami Diri Kita

Bagi pasangan yang berjodoh, dia harus memahami diri pasangannya. Saat anda sakit dia bawa anda ke rumah sakit. Saat anda berduka, dia menjadi penghibur. Bila anda mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala anda sedang bicara, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam situasi apapun. Apakah sedang gembira ataupun berduka, dia selalu ada untuk anda. Dia juga siap mengalami pasang surut dalam percintaan. Bila dia selalu bersama anda melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

  1. Tampilkan Kelemahan

Tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini. Bohong kalau ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna dari segala sudut. Pasti ada kelemahan dan keburukan tertentu pada diri kita. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup anda, dia tidak terlalu menyimpan rahasia kelemahannya dan bersedia memberitahu anda. Sudah tentu bukan hal yang menyenangkan untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Bahkan, dia tidak segan memamerkan keburukannya kepada anda. Misalnya, saat dia bangun tidur atau sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalangi kita dari mengunjunginnya.Apabila anda dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan anda hidup bersamanya.

  1. Kata Hati

Dengarlah kata hati. Terkadang, manusia dikaruniai Allah indra keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan indera batin ini juga anda dapat saling tahu perasaan masing-masing. Anda dan dia juga dapat membaca pikiran satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan reaksi pada situasi tertentu. Bila anda yakin dengan pilihan hidup anda, tanyalah sekali lagi. Apakah dia ditakdirkan untuk anda? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

  1. Shalat Istikharah dan Tawakkal
Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya berusaha di dunia ini dan skenarionya ditulis oleh Yang Maha Kuasa. Adakalanya, dalam memainkan peran sebagai aktor, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi ketika kita melakukan shalat Istikharah dan memohon agar Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan terbaik. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, bertawakallah kepada Allah dan teruslah berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhiratlah yang  kekal selamanya.

Dosa 24 Jam Seorang Wanita di Sosial Media


Mohon dibaca sampai selesai, siapa tau bisa menjadi pelajaran buat kita semua, terutama bagi muslimah .

Saudariku…

Seorang Wanita yang menampakkan foto dirinya di internet mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing.

Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabila seorang Wanita menampakkan photo dirinya di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (RASA MALU). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.






Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)

Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka.

Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Wallahua’lam.

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:

– Bisa membuat pria yg sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan. Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya. Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.

– Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.

– Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.

– Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang2 jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dgn memakai foto2 anda)

Ridhokah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidupmu? Karena mereka lah yang berhak terhadap kecantikan yang kamu miliki.  Jawabnya: itu hak anda, kami hanya menyampaikan.

Namun semuanya kembali pada diri kita masing-masing, jika memang susah rasanya tidak menggunakan sosial media, jadikanlah sosial media itu menjadi hal yang bermanfaat dan tidak menimbulkan fitnah bagi kita sendiri.

Sifat-sifat Istri Solehah Yang Dijanjikan Surga

Sifat-sifat Istri Solehah Yang Dijanjikan Surga


Bagi seorang wanita yang berstatus sebagai istri, meraih surga adalah hal yang mudah. Sama mudahnya dengan menjerumuskan dirinya ke neraka. Surga akan mudah didapat jika dia  mengikuti apa yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya.

Allah SWT berfirman: Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka. (Al-Nisa ': 34) Dalam ayat ini Allah menghimpun beberapa sifat yang wajib ada pada seorang wanita shalihah, diantaranya adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam hal yang ma'ruf (hal baik) lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.

Sifat-sifat istri solehah yang dijanjikan surga

Al-Sheikh Abdul Rahman bin Nashir As-Sa'di r.h. berkata: "Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Allah dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman: Wanita shalihah adalah yang taat, yaitu taat kepada Allah SWT, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada di rumah atau di sampingnya". Yaitu taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada, dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya. (Taisir, hal. 177)

Ketika Rasulullah menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah SWT menyatakan kepada beliau dengan firman yang berarti: Jika sampai Nabi menceraikan kalian, mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik dari kalian, muslimat, mukminat, qanitat (taat kepada Allah), taibat (selalu bertobat), 'abidat (sering beribadah), saihat (sering berpuasa) dari kalangan janda ataupun gadis. (At-Tahrim: 5) [Al-Jami 'li Ahkamil Quran, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132]

Nabi SAW ada bersabda: "Bila seorang wanita menjaga shalat lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka ketika berada di akhirat dikatakan kepadanya: Masuklah kamu ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai" . (Riwayat Ahmad 1/191, Shahihul Jami 'no. 660, 661)

Berdasarkan dalil-dalil tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:

1. Mentauhidkan Allah dengan mengabdikan diri hanya kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.

2. Tunduk kepada perintah Allah, terus menerus dalam ketaatan kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah dan lainnya.

3. Menjauhi segala hal yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah yang bisa mengikis sifat-sifat mulia

4. Selalu bertobat kepada Allah sampai lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari kata yang sia-sia, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta dan lainnya.

5. Menaati suami dalam hal kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah dan melaksanakan hak-hak suami sebaiknya.

6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia kesucian dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang ingin melihat, atau dari telinga yang mau mendengar.
Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.

Sifat istri shalihah lainnya bisa dipertimbangkan berikut:

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah SAW bersabda: "Maukah aku beritahukan kepada kalian, isteri-isteri kamu yang menjadi penghuni surga adalah istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau reda". (Riwayat al-Nasai dalamIsyratun Nisa no. 257.)

2. Melayani suaminya (melayani suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian dan sejenisnya.

3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.

Asma 'binti Yazid r.ha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah. Ketika itu kaum pria dan wanita sedang duduk. Beliau bertanya: "Barangkali antara kalian ada suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (hubungan suami istri), dan barangkali ada isteri yang memberitahu apa yang diperbuatnya bersama suaminya?" Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab: "Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami) ".

Beliau bersabda: "Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti setan jantan yang bertemu dengan setan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya". (Riwayat Ahmad 6/456)

4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya.

5. Ketika suaminya sedang berada di rumah, ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untukistimta '(bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.

6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya.

7. Bersegera memenuhi ajakan suami memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar'i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah SAW yang artinya: Demi zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya (enggan) melainkan Allah SWT murka terhadapnya sampai si suami reda padanya. (Riwayat Muslim no. 1436)

Itulah sifat-sifat istri solehah yang dijanjikan surga oleh Allah. Semoga kita, anda semua para istri bisa memperoleh kedudukan ini dan besok masuk surga dari pintu mana saja yang kita kehendaki. Amin…