Tanda-Tanda Kematian Khusnul Khatimah


Mati khusnul khotimah atau akhir hidup dengan baik merupakan puncak tertinggi dari pendakian cita-cita seorang insan pribadi muslim. Bahkan secara lebih spesifik cara mati demikian ditunjukkan atau ditandai dengan mengucapkaan kalimat tauhid, yaitu pengakuan tidak ada tuhan melainkan Allah swt pada hembusan nafas terakhirnya. Setiap hamba Allah yang berusaha meneladani kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya tentu sangat mengharapkan akhir kesudahan yang baik. Allah telah menetapkan tanda-tandanya. Diantara tanda-tanda husnul khatimah itu adalah:
Pertama, mengucapkan kalimah syahadat ketika wafat
Rasulullah bersabda :“Barangsiapa yang pada akhir kalimatnya mengucapkan “La ilaaha illallah” maka ia dimasukkan kedalam surga” (HR. Hakim)
kedua, ketika wafat dahinya berkeringat
Ini berdasarkan hadits dari Buraidah Ibnul Khasib adalah Buraidah dahulu ketika di Khurasan, menengok saudaranya yang tengah sakit, namun didapatinya ia telah wafat, dan terlihat pada jidatnya berkeringat, kemudian ia berkata,”Allahu Akbar, sungguh aku telah mendengar Rasulullah bersabda: Matinya seorang mukmin adalah dengan berkeringat dahinya” (HR. Ahmad, AN-Nasai, at-Tirmidzi, Ibnu MAjah, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan ath-Thayalusi dari Abdullah bin Mas’ud)
ketiga, wafat pada malam jum’at
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah “Tidaklah seorang muslim yang wafat pada hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali pastilah Allah menghindarkannya dari siksa kubur” (HR. Ahmad)
keempat, mati syahid dalam medan perang
Mengenai hal ini Allah berfirman:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup disisi Tuhan-Nya dengan mendapat rezeki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka bahwa tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahal orang-orang yang beriman” (Ali Imraan:169-171). Adapun hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang berkenaan dengan masalah ini sangat banyak dijumpai diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Rasulullah bersabda:
Bagi orang yang mati syahid ada 6 keistimewaan yaitu:
diampuni dosanya sejak mulai pertama darahnya mengucur, melihat tempatnya didalam surga, dilindungi dari adzab kubur, dan terjamin keamanannya dari malapetaka besar, merasakan kemanisan iman, dikawinkan dengan bidadari, dan diperkenankan memeberikan syafa’at bagi 70 orang kerabatnya” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Seorang sahabat Rasulullah berkata: “Ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata: Wahai Rasulullah mengapa orang mukmin mengalami fitnah di kuburan mereka kecuali yang mati syahid? beliau menjawab: Cukuplah ia menghadapi gemerlapnya pedang di atas kepalanya sebagai fitnah”
(HR. an-Nasai)
catatan:
Dapatlah memperoleh mati syahid asalkan permintaannya benar-benar muncul dari lubuk hati dan penuh dengan keikhlasan, kendatipun ia tidak mendapatkan kesempatan mati syahid dalam peperangan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Barang siapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menyampaikannya derajat para syuhada sekalipun ia mati diatas ranjangnya”(HR. Imam Muslim dan
al-Baihaqi)
kelima, mati dalam peperangan fisabilillah Ada dua hadist Rasulullah shalallahu alaihi wassalam:
1. Rasulullah bersabda: “Apa yang kalian kategorikan sebagai orang yang mati syahid diantara kalian? Mereka menjawab : Wahai Rasulullah yang kami anggap sebagai orang yang mati syahid adalah siapa saja yang mati terbunuh di jalan Allah. Beliau bersabda: Kalau begitu ummatku yang mati syahid sangatlah sedikit. Para sahabat kembali bertanya: Kalau begitu siapa sajakah dari mereka yang mati syahid wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Barangsiapa yang terbunuh di jalan Allah, yang mati sedang berjuang di jalan Allah, dan yang mati karena penyakit kolera, yang mati karena penyakit perut (yakni disebabkan penyakit yang menyerang perut seperti busung lapar, diare atau sejenisnya) maka dialah syahid dan orang-orang yang mati tenggelam dialah syahid” (HR. Muslim, Ahmad, dan al-Baihaqi)
2. Rasulullah bersabda: “Siapa saja yang keluar di jalan Allah lalu mati atau terbunuh maka ia adalah mati syahid. Atau yang dibanting oleh kuda atau untanya lalu mati atau digigit binatang beracun atau mati di atas ranjangnya dengan kematian apapun yang dikehendaki Allah, maka ia pun syahid dan baginya surga” (HR. Abu Daud,al-Hakim, dan al-Baihaqi)
keenam, mati disebabkan penyakit kolera.
Tentang ini banyak hadits Rasulullah meriwayatkannya diantaranya sebagai berikut:
1. Dari Hafshah binti Sirin bahwa Anas bin MAlik berkata:”Bagaimana Yahya bin Umrah mati? Aku jawab: “Karena terserang penyakit kolera” ia berkata:Rasulullah telah bersabda: penyakit kolera adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (HR. Bukhari, ath-Thayalusi dan Ahmad)
2. Aisyah bertanya kepada Rasulullah tentang penyakit kolera. Lalu beliau menjawab; “Adalah dahulunya penyakit kolera merupakan adzab yang Allah timpakan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya kemudian Dia jadikan sebagai rahmat bagi kaum mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang dilanda wabah kolera lalu ia menetap di kampungnya dengan penuh kesabaran dan mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang Allah tetapkan baginya pahala orang yang mati syahid” (HR. Bukhari, al-Baihaqi dan Ahmad)
kedelapan, mati karena tenggelam.
kesembilan, mati karena tertimpa reruntuhan/tanah longsor.
Dalil dari 2 point diatas adalah berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Para syuhada itu ada lima; orang yang mati karena wabah kolera, karena sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan bangunan, dan syahid berperang dijalan Allah” (HR.Imam Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan Ahmad)
kesepuluh, perempuan yang meninggal karena melahirkan.
Ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya : “Tahukah kalian siapa syuhada dari ummatku? orang-orang yang ada menjawab: Muslim yang mati terbunuh” beliau bersabda: Kalau hanya itu para syuhada dari ummatku hanya sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid, dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati karena bersalin adalah syahid (anaknya yang akan menariknya dengan tali pusarnya kesurga)” (HR. Ahmad, Darimi, dan ath-Thayalusi) menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain dalam Musnad-nya.
kesebelas, mati terbakar.
keduabelas, mati karena penyakit busung perut.
Tentang kedua hal ini banyak sekali riwayat, dan yang paling masyhur adalah dari Jabir bin Atik secara
marfu’: “Para syuhada ada 7: mati terbunuh dijalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, karena busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid, karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan(bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta wanita yang mati pada saat mengandung adalah syahid” (HR. Imam Malik, Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu MAjah dan Ahmad)
Ketigabelas, mati karena penyakit Tubercolosis (TBC).
Ini berdasarakan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: “Mati dijalan Allah adalah syahid, dan perempuan yang mati ketika tengah melahirkan adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena penyakit TBC adalah syahid, dan mati karena penyakit perut adalah
syahid” (HR.Thabrani)
keempatbelas, mati karena mempertahankan harta dari perampok.
Dalam hal ini banyak sekali haditsnya, diantaranya sebagai berikut:
1. “Barangsiapa yang mati karena mempertahankan hartanya (dalam riwayat lain; Barang siapa menuntut hartanya yang dirampas lalu ia terbunuh) adalah syahid” (HR. Bukhari, Muslim, Abu DAud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
2. Abu Hurairah berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi seraya berkata: “Ya, Rasulullah, beritahukanlah kepadaku bagaimana bila ada seseorang yang datang dan akan merampas hartaku” beliau menjawab: ‘jangan engkau berikan’ Ia bertanya; bagaimana kalau ia membunuhku?
Beliau menjawab; Engkau mati syahid. Orang itu bertanya kembali, Bagaimana kalau aku yang membunuhnya?
beliau menjawab; ia masuk neraka” (HR. Imam Muslim, an-Nasa’i dan Ahmad)
3. Mukhariq berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata :
“Ada seorang laki-laki hendak merampas hartaku, beliau bersabda: Ingatkan dia akan Allah. Orang itu bertanya: bila tetap saja tak mau berdzikir? beliau menjawab:
Mintalah tolong orang di sekitarmu dalam mengatasinya.Orang itu bertanya lagi : Bila tidak saya dapati di sekitarku seorangpun? Beliau menjawab: Serahkan dan minta tolonglah kepada penguasa. Ia bertanya: Bila penguasa itu jauh tempatnya dariku? Beliau bersabda: berkelahilah dalam membela hartamu hingga kau mati dan menjadi syahid atau mencegah hartamu dirampas” (HR. An-Nasa’i, dan Ahmad)
kelima belas dan keenam belas, mati dalam membela agama dan jiwa.
Dalam hal ini ada dua riwayat hadits sebagai berikut:
1. “Barangsiapa mati terbunuh dalam membela hartanya maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati dalam membela keluarganya maka ia mati syahid, dan barang siapa yang mati dalam rangka membela agama (keyakinannya) maka ia mati syahid, dan siapa saja yang mati mempertahankan darah (jiwanya) maka ia syahid” (HR. Abu Daud, an-Nasa’i, at-tirmidzi, dan Ahmad)
2. “Barangsiapa mati dalam rangka menuntut haknya maka ia mati syahid” (HR. An-Nasa’i)
ketujuhbelas, mati dalam berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah.
Dalam hal ini ada dua hadits dari Rasulullah shalallahu alaihi wasslam :
1. “Berjaga-jaga (waspada) dijalan Allah sehari semalam adalah lebih baik daripada berpuasa selama sebulan dengan mendirikan (shalat) pada malam harinya. Apabila ia mati, maka mengalirkan pahala amalannya yang dahulu dilakukannya dan juga rezekinya serta aman dari siksa kubur(fitnah kubur)” (HR. Imam Muslim, an-Nasa’i, Tirmidzi, Hakim dan Ahmad)
2. “Setiap orang yang meninggal akan disudahi amalannya kecuali orang yang mati dalam berjaga-jaga di jalan Allah, maka amalannya dikembangkan hingga tiba hari kiamat nanti serta terjaga dari fitnah kubur” (HR. ABu Daud, Tirmidzi, Hakim, dan Ahmad)
kedelapan belas, orang yang meninggal pada saat mengerjakan amal shaleh.
Ini berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam“Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah’ dengan berharap akan keridhaan Allah, dan di akhir hidupnya mengucapkannya, maka ia akan masuk surga. Dan, barangsiapa yang berpuasa sehari mengharap keridhaan Allah kemudian mengakhiri hidupnya dengannya (puasa), maka ia masuk surga. Dan barangsiapa bersedekah mencari ridha Allah dan menyudahinya dengan (sedekah) maka ia akan masuk surga” (HR. Ahmad). Mudah-mudahan Allah menjadikan akhir hidup kita husnul khatimah dan memasukkannya dalam golongan orang-orang yang mati syahid amin. (akhwatmuslimah)

33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL


 
33 TAHUN "HANYA" DAPAT 8 HAL

⊙Suatu hari, Imam Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada muridnya yang bernama
Hatim Al Ashom :

■Imam syaqiq : "Sudah berapa lama engkau menuntut ilmu dariku?".

●"Sudah 33 tahun", jawab Hatim.

■"Apa yang telah kau pelajari, selama 33 th ini?", tanya Imam Syaqiq.

●"Hanya 8 hal ", jawab Hatim.

■" Inna lillahi wa inna ilaihi rooji'uun !
Kuhabiskan umurku untuk mendidikmu,
namun kau hanya mempelajari 8 hal dariku?", Ucap Imam Syaqiq heran.

●"Benar Yaa Syeikh, aku hanya mempelajari 8 hal saja,
aku tidak mau mendustai anda", jawab Hatim.

■"Coba sebutkan 8 hal yang telah kau pelajari itu ! ". pinta Imam Syaqiq.

●Hatim Al Ashom pun berkata :

♥Pertama :
"Kulihat setiap manusia memiliki seorang kekasih.
Ketika dia mati, kekasihnya ikut mengantarkannya hingga ke kuburan, lalu meninggalkannya sendirian di sana.

○Maka,
Aku lebih memilih amal kebajikan sebagai kekasihku,
Sehingga ketika nanti Aku masuk liang kubur, amalku akan ikut bersamaku".

♥Kedua :
"Aku merenungkan Wahyu Alloh SWT :
"Dan Adapun orang2 yang takut kepada Kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surga lah yang akan menjadi tempat tinggalnya".
(QS. An Naazi'aat,79:40-41).

○Aku sadar,
Bahwa Firman Alloh pasti lah benar,
Maka Aku pun berjuang untuk melawan keinginan nafsuku, hingga nafsuku tunduk kepada Alloh SWT ".

♥Ketiga :
"Ku perhatikan manusia selalu memulyakan dan menyimpan harta benda berharga yang mereka miliki, lalu Kupelajari Firman Alloh swt :
"Apa yang ada disisimu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Alloh akan kekal". (QS. An Nahl,16:96).

○Maka setiap kali Aku memperoleh sesuatu yg berharga,
Aku pun menyedekahkannya dijalan Alloh swt, agar hartaku selalu tetap terjaga di sisi-Nya".

♥Keempat :
"Aku melihat setiap manusia mengejar harta, kedudukan, kehormatan dan kemulyaan nasab.
Namun setelah aku mempelajarinya, ternyata semua itu tidak ada apa2nya, saat Aku membaca Wahyu Alloh swt :
"Sesungguhnya, orang yg paling mulia disisi Alloh, adalah orang yg paling bertaqwa (kepada Alloh) di antara kalian".
(QS. Al Hujuroot,49:13).

○Karena itulah,
Aku pun beramal utk mewujudkan Taqwa, agar Aku memperoleh kedudukan yang Mulia di sisi Alloh SWT.

♥Kelima :
"Aku melihat manusia saling mencela dan melaknat, dan sumber semua itu adalah hasad (kedengkian). Lalu aku mempelajari Wahyu Alloh SWT :
"Kami telah membagikan utk penghidupan mereka di alam dunia".
(QS. Az Zukhruf,43:32).

○Akupun sadar,
Bahwa semuanya telah dibagi oleh Alloh swt.
Maka aku tinggalkan sifat Hasad (dengki), kujauhi manusia, dan aku tidak bermusuhan dengan seorang pun".

♥Keenam :
"Kulihat manusia saling menganiaya dan saling membunuh, padahal Alloh SWT berfirman :
"Sesungguhnya syeitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)".
(QS. Al Fathir,35:6).

○Oleh sebab itu,
Kutinggalkan permusuhan dengan manusia dan Kujadikan Syeitan sebagai satu2nya musuhku.
Aku selalu mewaspadainya dengsn sekuat tenaga, sebab Alloh swt sendiri yg telah menjadikan Syeitan sebagai musuhku".

♥Ketujuh :
"Aku melihat setiap orang hanya demi sepotong roti (harta), mereka rela menghinakan diri mereka sendiri dengan melakukan hal2 yg diharamkan oleh Alloh swt. Lalu kuperhatikan Firman Alloh SWT :
"Dan tiada satupun binatang melata dibumi, melainkan Alloh telah menanggung rezeki nya".
(QS. Hud,11:6).

○Aku sadar,
Bahwa diriku adalah salah satu dari yang melata itu, dan Alloh swt telah menjamin Rezeki ku.
Oleh karena itu, kusibukkan diriku untuk menunaikan kewajiban yang telah di berikan oleh Alloh swt dan aku tidak pernah merisaukan sesuatu yang telah dijamin oleh Alloh swt untukku".

♥Kedelapan :
"Aku melihat semua org bergantung kepada Makhluq Alloh swt.
Ada yg bergantung kepada ladangnya,
bergantung kepada perniagaannya,
bergantung kepada pekerjaannya, dan
bergantung kepada kesehatan jasmaninya.
Akupun kembali kepada Firman Alloh :
"Dan barang siapa yg bertawakkal kepada Alloh, maka Alloh akan mencukupkan (segala keperluan) nya".
(QS. Ath Tholaaq,65:3).

○Oleh karena itulah,
Aku pun bertawakkal (bergantung) kepada Alloh swt yang Maha Perkasa dan Maha Agung, dan Alloh swt pun mencukupi semua kebutuhanku".

■Mendengar jawaban dari Hatim Al Ashom,
Imam Syaqiq Al Balkhi berkata :
"Wahai Hatim, semoga Alloh memberimu Taufiq.
Aku telah mempelajari Zabur, Taurot, Injil dan Al Qur'an.
Dan kutemukan bahwa semua jenis kebaikan dan ajaran Agama, berkisar pada 8 hal yang tadi telah kau sampaikan.
Barang siapa mengamalkan 8 hal tersebut.
Maka berarti, dia telah mengamalkan isi dari 4 kitab suci".

LALU........
♡Berapa lama kita menuntut ilmu?
♡Apa yang kita dapatkan?
♡Adakah pelajaran penting yang meresap kedalam hati kita dan selalu kita amalkan?
♡Atau semua itu hanya sekedar penghibur telinga kita?

Semoga Alloh SWT, memberi kita Taufiq dan Hidayah,
Sehingga kita dapat mengamalkan apa yang kita dengar, kita lihat dan kita baca.......

Amin

"Kisah Istri Sholehah…" (Berhak Untuk Dibaca…!!)

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata :

Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami.

Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah Sakit, ia dalam keadaan koma. Setelah itu para dokter spesialis mengabarkan kepada kami bahwasanya ia mengalami kelumpuhan otak. 95 persen organ otaknya telah rusak. Kejadian ini sangatlah menyedihkan kami, terlebih lagi kedua orang tuanya lanjut usia. Dan semakin menambah kesedihanku adalah pertanyaan putri kami (Asmaa') tentang ayahnya yang sangat ia rindukan kedatangannya. Ayahnya telah berjanji membelikan mainan yang disenanginya…
Kami senantiasa bergantian menjenguknya di Rumah Sakit, dan ia tetap dalam kondisinya, tidak ada perubahan sama sekali. Setelah lima tahun berlalu, sebagian orang menyarankan kepadaku agar aku cerai darinya melalui pengadilan, karena suamiku telah mati otaknya, dan tidak bisa diharapkan lagi kesembuhannya. Yang berfatwa demikian sebagian syaikh -aku tidak ingat lagi nama mereka- yaitu bolehnya aku cerai dari suamiku jika memang benar otaknya telah mati. Akan tetapi aku menolaknya, benar-benar aku menolak anjuran tersebut.

Aku tidak akan cerai darinya selama ia masih ada di atas muka bumi ini. Ia dikuburkan sebagaimana mayat-mayat yang lain atau mereka membiarkannya tetap menjadi suamiku hingga Allah melakukan apa yang Allah kehendaki.

Akupun memfokuskan konsentrasiku untuk mentarbiyah putri kecilku. Aku memasukannya ke sekolah tahfiz al-Quran hingga akhirnya iapun menghafal al-Qur'an padahal umurnya kurang dari 10 tahun. Dan aku telah mengabarkannya tentang kondisi ayahnya yang sesungguhnya. Putriku terkadang menangis tatkala mengingat ayahnya, dan terkadang hanya diam membisu.

Putriku adalah seorang yang taat beragama, ia senantiasa sholat pada waktunya, ia sholat di penghujung malam padahal sejak umurnya belum 7 tahun. Aku memuji Allah yang telah memberi taufiq kepadaku dalam mentarbiyah putriku, demikian juga neneknya yang sangat sayang dan dekat dengannya, demikian juga kakeknya rahimahullah. 

Putriku pergi bersamaku untuk menjenguk ayahnya, ia meruqyah ayahnya, dan juga bersedekah untuk kesembuhan ayahnya. 
Pada suatu hari di tahun 1410 H, putriku berkata kepadaku : Ummi biarkanlah aku malam ini tidur bersama ayahku...
Setelah keraguan menyelimutiku akhirnya akupun mengizinkannya.

Putriku bercerita :

Aku duduk di samping ayah, aku membaca surat Al-Baqoroh hingga selesai. Lalu rasa kantukpun menguasaiku, akupun tertidur. Aku mendapati seakan-akan ada ketenangan dalam hatiku, akupun bangun dari tidurku lalu aku berwudhu dan sholat –sesuai yang Allah tetapkan untukku-.

Lalu sekali lagi akupun dikuasai oleh rasa kantuk, sedangkan aku masih di tempat sholatku. Seakan-akan ada seseorang yang berkata kepadaku, "Bangunlah…!!, bagaimana engkau tidur sementara Ar-Rohmaan (Allah) terjaga??, bagaimana engkau tidur sementara ini adalah waktu dikabulkannya doa, Allah tidak akan menolak doa seorang hamba di waktu ini??"

Akupun bangun…seakan-akan aku mengingat sesuatu yang terlupakan…lalu akupun mengangkat kedua tanganku (untuk berdoa), dan aku memandangi ayahku –sementara kedua mataku berlinang air mata-. Aku berkata dalam do'aku, "Yaa Robku, Yaa Hayyu (Yang Maha Hidup)…Yaa 'Adziim (Yang Maha Agung).., Yaa Jabbaar (Yang Maha Kuasa)…, Yaa Kabiir (Yang Maha Besar)…, Yaa Mut'aal (Yang Maha Tinggi)…, Yaa Rohmaan (Yang Maha Pengasih)…, Yaa Rohiim (Yang Maha Penyayang)…, ini adalah ayahku, seorang hamba dari hamba-hambaMu, ia telah ditimpa penderitaan dan kami telah bersabar, kami Memuji Engkau…, kemi beriman dengan keputusan dan ketetapanMu baginya…

Ya Allah…, sesungguhnya ia berada dibawah kehendakMu dan kasih sayangMu.., Wahai Engkau yang telah menyembuhkan nabi Ayyub dari penderitaannya, dan telah mengembalikan nabi Musa kepada ibunya…Yang telah menyelamatkan Nabi Yuunus dari perut ikan paus, Engkau Yang telah menjadikan api menjadi dingin dan keselamatan bagi Nabi Ibrahim…sembuhkanlah ayahku dari penderitaannya…

Ya Allah…sesungguhnya mereka telah menyangka bahwasanya ia tidak mungkin lagi sembuh…Ya Allah milikMu-lah kekuasaan dan keagungan, sayangilah ayahku, angkatlah penderitaannya…"

Lalu rasa kantukpun menguasaiku, hingga akupun tertidur sebelum subuh.

Tiba-tiba ada suara lirih menyeru.., "Siapa engkau?, apa yang kau lakukan di sini?". Akupun bangun karena suara tersebut, lalu aku menengok ke kanan dan ke kiri, namun aku tidak melihat seorangpun. Lalu aku kembali lagi melihat ke kanan dan ke kiri…, ternyata yang bersuara tersebut adalah ayahku…

Maka akupun tak kuasa menahan diriku, lalu akupun bangun dan memeluknya karena gembira dan bahagia…, sementara ayahku berusaha menjauhkan aku darinya dan beristighfar. Ia barkata, "Ittaqillah…(Takutlah engkau kepada Allah….), engkau tidak halal bagiku…!". Maka aku berkata kepadanya, "Aku ini putrimu Asmaa'". Maka ayahkupun terdiam. Lalu akupun keluar untuk segera mengabarkan para dokter. Merekapun segera datang, tatkala mereka melihat apa yang terjadi merekapun keheranan.

Salah seorang dokter Amerika berkata –dengan bahasa Arab yang tidak fasih- : "Subhaanallahu…". Dokter yang lain dari Mesir berkata, "Maha suci Allah Yang telah menghidupkan kembali tulang belulang yang telah kering…". Sementara ayahku tidak mengetahui apa yang telah terjadi, hingga akhirnya kami mengabarkan kepadanya. Iapun menangis…dan berkata, اللهُ خُيْرًا حًافِظًا وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ Sungguh Allah adalah Penjaga Yang terbaik, dan Dialah yang Melindungi orang-orang sholeh…, demi Allah tidak ada yang kuingat sebelum kecelakaan kecuali sebelum terjadinya kecelakaan aku berniat untuk berhenti melaksanakan sholat dhuha, aku tidak tahu apakah aku jadi mengerjakan sholat duha atau tidak..??

          Sang istri berkata : Maka suamiku Abu Asmaa' akhirnya kembali lagi bagi kami sebagaimana biasnya yang aku mengenalinya, sementara usianya hampir 46 tahun. Lalu setelah itu kamipun dianugerahi seorang putra, Alhamdulillah sekarang umurnya sudah mulai masuk tahun kedua. Maha suci Allah Yang telah mengembalikan suamiku setelah 15 tahun…, Yang telah menjaga putrinya…, Yang telah memberi taufiq kepadaku dan menganugerahkan keikhlasan bagiku hingga bisa menjadi istri yang baik bagi suamiku…meskipun ia dalam keadaan koma…

Maka janganlah sekali-kali kalian meninggalkan do'a…, sesungguhnya tidak ada yang menolak qodoo' kecuali do'a…barang siapa yang menjaga syari'at Allah maka Allah akan menjaganya.

Jangan lupa juga untuk berbakti kepada kedua orang tua… dan hendaknya kita ingat bahwasanya di tangan Allah lah pengaturan segala sesuatu…di tanganNya lah segala taqdir, tidak ada seorangpun selainNya yang ikut mengatur…

Ini adalah kisahku sebagai 'ibroh (pelajaran), semoga Allah menjadikan kisah ini bermanfaat bagi orang-orang yang merasa bahwa seluruh jalan telah tertutup, dan penderitaan telah menyelimutinya, sebab-sebab dan pintu-pintu keselamatan telah tertutup…

Maka ketuklah pintu langit dengan do'a, dan yakinlah dengan pengabulan Allah….
Demikianlah….Alhamdulillahi Robbil 'Aaalamiin (SELESAI…)

          Janganlah pernah putus asa…jika Tuhanmu adalah Allah…
          Cukup ketuklah pintunya dengan doamu yang tulus…
          Hiaslah do'amu dengan berhusnudzon kepada Allah Yang Maha Suci
          Lalu yakinlah dengan pertolongan yang dekat dariNya…

(sumber : http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-416953.html , Diterjemahkan oleh Firanda Andirja)

Belajar dari Malam dan Gelap

Malam dan Gelap


Malam adalah waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit. (KBBI, Wikipedia)

Malam juga dapat didefinisikan sebagai suatu masa (waktu) di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap.

Pada saat belahan planet bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari.

Malam hari kadang-kadang didefinisikan sebagai waktu antara tenggelamnya Matahari di ufuk (horizon) sebelah barat sampai munculnya matahari di ufuk sebelah timur pada keesokan harinya. (Wikipedia).

Dalam bahasa Arab disebut الليل (al-lailu) terdapat didalam Al-Quran dalam 65 ayat. Berbicara tentang malam, maka itu akan menyinggung matahari, bulan dan bumi serta rotasinya.

Siang dan malam terjadi karena bumi berputar pada porosnya (berotasi) dan berputar mengelilingi matahari. Pada malam hari akan terlihat Bulan dan Bintang-bintang.

Pernahkah Anda berfikir melihat begitu teraturnya BUMI mengelilingi MATAHARI, BULAN mengelilingi BUMI serta berputarnya BUMI pada sumbunya (berotasi) ?

Siapakah yang mengatur semua ini sehingga berjalan dan berputar secara teratur ?

Adakah ILMUWAN ? atau orang KAYA, atau yang GAGAH dan RUPAWAN, atau Negara dan Wilayah yang MAJU dan KUAT yang melakukan itu ?

Sampai saat ini tidak ada satu orang pun atau bahkan banyak sekalipun yang mengaku menjalankan dan bisa mengatur silih bergantinya siang dan malam.

Tidak yang paling KUAT, yang paling KAYA, yang paling GAGAH, CANTIK dan TAMPAN. Tidak para RAJA dan PENGUASA sekalipun. Mereka semua ternyata tidak ada yang bisa melakukan itu dengan segala apa yang dibanggakannya.

Tidak ada satu Negara pun atau bahkan SEMUA Makhluk di bumi ini sekalipun bersatu untuk menggerakkan bumi walau hanya 1 meter apalagi membuat bumi berputar.

Bukankah yang menggerakkannya MAHA KUAT dan MAHA KUASA ?
Bukan hanya menggerakkan 1 km tapi berputar terus menerus.

Bukan hanya itu, dibuatnya MATAHARI bersinar dan tidak berhenti bersinar. Agar malam dan siang silih berganti, untuk keberlangsungan kehidupan manusia.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena adanya MATAHARI yang bersinar terus menerus ? Dan itu atas kehendak Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena BUMI berputar pada porosnya ? Dan itu atas kuasa Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada karena BUMI berputar mengelilingi MATAHARI ? Dan itu hanya karena Allah.

Bukankah Siang dan Malam itu ada adalah bukti Keagungan dan Kekuasaan Allah ? Allahu Akbar.

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ

إِن جَعَلَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمُ

ٱلَّيۡلَ سَرۡمَدًا إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ

مَنۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِ

 يَأۡتِيكُم بِضِيَآءٍۚ أَفَلَا تَسۡمَعُونَ

"Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar ?"
(Al-Qosos : 71)

Lalu, nikmat Allah yang manakah (lagi) yang kita ingkari ?

وَهُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ ٱلَّيۡلَ

وَٱلنَّهَارَ خِلۡفَةٗ

 لِّمَنۡ أَرَادَ أَن يَذَّكَّرَ

أَوۡ أَرَادَ شُكُورٗا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.
(Al-Furqon : 62)

Kalau begitu,...

Bukankah Allah Yang Maha Agung dan Maha Kuasa lebih pantas kita SEMBAH ?

Bukankah Allah yang Maha Menciptakan semua itu lebih pantas kita TAATI ?

Bukankah Allah yang Maha Menjalankan serta Membuat semua itu teratur lebih pantas kita PATUHI ?

Bukankah Allah yang Maha Menjadikan Siang dan Malam itu silih berganti lebih pantas kita AMBIL dan PATUHI aturanNya ?
       
========<>========
MAJELIS CINTA QURAN

Terima Kasih - IBU


Terima Kasih


Mungkin itulah ungkapan yang paling pantas kita ucapkan bila mengingat kebaikan dan ketulusan orang tua kita (terutama ibu).

Bagaimana tidak, sejak mengandung, melahirkan, menyusui hingga merawat dan mengasuh anaknya seorang ibu tidak pernah meminta balasan atau upah dari semua itu.

Malam tidak bisa tidur, pagi bangun lebih awal, menggantikan pakaian, menyiapkan makan dan seterusnya.

Raut mukanya mungkin sudah keriput saat Anda kini beranjak dewasa dan berkeluarga.

Pernahkah Anda mengucapkan terima kasih kepada mereka (Ayah dan Ibu Anda) ? Ucapkanlah kepada mereka berkali-kali dan sebanyak-banyaknya.

Bagi Anda yang jauh dengan mereka, angkatlah telepon dan ucapkan salam kepada mereka, tanyakan kabarnya dan ucapkan terima kasih.

Apa respon mereka ?

Mungkin yang akan Anda dengar adalah isak tangis dan deraian air mata yang mengalir dari Ibu dan Ayah Anda. "Ibu baik-baik saja nak, kamu bagaimana sehat kan ?" perhatikanlah kalimat terakhirnya.

Allah berfirman :

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya;

حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah,

وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ

dan menyapihnya dalam dua tahun.

أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kalian kembali. (31:14)

Perhatikanlah betapa lembutnya dan Maha Baiknya Allah kepada orang tua kita. Allah mengajari kita berbuat lembut kepada kedua orang tua kita dengan sebaik-baik akhlaq, prilaku dan perbuatan.

Maka perhatikanlah,

Mengapa kita harus berbuat baik dan menghormati kedua orang tua kita ? Ya, karena kita diperintahkan Allah berbuat demikian kepada mereka.

Lebih detail Allah menyebutkan karena jasa dan perbuatan baik mereka kepada kita yang telah menjaga kita dengan kasih sayangnya sejak dalam kandungan yang semakin berat hingga menyusui (sebagaimana dalam tekstual ayat) dan seterusnya hingga kita besar dan dewasa, menyiapkan makan untuk kita dan seterusnya.

Sekarang perhatikanlah apa yang dilakukan Allah kepada hambanya bahkan semua makhluk ciptaanNya. Semua manusia bukan hanya Anda, tapi juga ibu Anda bahkan banyak Ibu dan banyak lagi manusia, bahkan selain manusia juga hewan dan binatang lain.

Dia sediakan bumi untuk kita tinggali, dibangunNya langit yang tinggi tanpa tiang sebagai atap untuk kita.

DiturunkanNya hujan agar ditumbuhkanNya buah-buahan dan tanaman lain sebagai makanan yang sehat dan segar untuk kita.

DipancangkanNya gunung agar Bumi tidak menggoyang kita, dialirkanNya air sebagai sumber kehidupan untuk kita.

Tidakkah pantas kita berterima kasih dan bersyukur kepadaNya ?

Bukankah adanya Ibu dan Ayah yang telah merawat kita juga adalah ketentuan Allah yang dianugerahkannya untuk kita ?

Bukankah makanan yang disiapkan orang tua kita juga adalah nikmat yang disediakan Allah untuk semua manusia ?

Dan perlu diingat bahwa fasilitas dan pemberian Allah tadi disediakanNya untuk semua makhlukNya baik yang taat maupun yang berpaling dari petunjukNya.

Ya karena Dia tidak butuh kita, tidak butuh ibadah dan ketaatan kita. Tapi kitalah yang butuh makan dan minum, butuh yang merawat dan mengasuh dan seterusnya. Butuh Oksigen dan Jantung serta organ tubuh lainnya agar hidup kita tetap berlangsung dan kita butuh makanan.

Segala Puji Hanya untukMu ya Allah (Alhamdulillahi Rabbil 'alamin)

Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang pandai mensyukuri nikmatMu dan mentaati segala perintahMu juga petunjuk utusanMu Muhammad SAW. Amin

Kisah sedih seorang istri solehah

Kisah sedih seorang istri solehah



Selamat membaca grin emoticon
Mengharu biru; kekuatan kata istri shalehah dalam kisah ini begitu mengena. Catatan yang diambil dari page di sajadah cinta ini , semata-mata ingin menyebarkan manfaat yang terkandung dalam kisah ini.
Semoga bermanfaat_

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku.
Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas
laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati
bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya
kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg
meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti
ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah cara satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami”
jawabnya tegas.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat.
“saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di
siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya
menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru
menjemput saya dari kantor, hari ini
lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami
masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami
minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata, “abi, umi pusing nih, ambil
sendirilah”. Pusing membuat saya tertidur hingga lupa
sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing
pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan
pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang
bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan
semua ini? Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar,
berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu
lelah, hingga tak sadar juga. Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah
suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi deman,
tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi.
Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini
menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan
hak suami saya.”
Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini
merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air
mata yg di usapnya.
“anty tau berapa gaji suami saya? Sangat
berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar
600-700rb/bulan. 10x lipat dari gaji saya.
Dan malam itu saya benar-benar merasa
durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang
saya miliki, saya merasa tak perlu meminta
nafkah pada suami, meskipun suami selalu
memberikan hasil jualannya itu pada saya,
dan setiap kali memberikan hasil jualannya ,
ia selalu berkata “umi,,ini ada titipan rezeki
dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita.
Dan tidak banyak jumlahnya, mudah2an
umi ridho”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan
dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini
membuat saya sombong pada nafkah yang
diberikan suami saya”, lanjutnya
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan
untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan
dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai
nafkah yang diberikan suami. Wanita itu
begitu susah menjaga harta, dan karena
harta juga wanita sering lupa kodratnya,
dan gampang menyepelekan suami.”
Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan
bagiku untuk berbicara.
“beberapa hari yang lalu, saya berkunjung
ke rumah orang tua, dan menceritakan niat
saya ini. Saya sedih, karena orang tua dan
saudara-saudara saya tidak ada yang
mendukung niat saya untuk berhenti
berkerja. Malah mereka membanding-
bandingkan pekerjaan suami saya dengan
orang lain.”
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh
kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti
dia? Menerima sosok pangeran apa adanya,
bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
“kak, kita itu harus memikirkan masa
depan. Kita kerja juga untuk anak-anak kita
kak. Biaya hidup sekarang ini besar.
Begitu
banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah
kakak malah pengen berhenti kerja. Suami
kakak pun penghasilannya kurang. Mending
kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah
kita santai-santai aja di rumah. Salah kakak
juga sih, kalo ma jadi ibu rumah tangga,
seharusnya nikah sama yang kaya. Sama
dokter muda itu yang berniat melamar
kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi
kakak lebih milih nikah sama orang yang
belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak
bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya
penghasilan tetap dan yang paling buat
kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih
suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di
bank oleh saudara sendiri yang ingin
membantupun tak mau, sampai heran aku,
apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya
kembali, menceritakan ucapan adik
perempuannya saat dimintai pendapat.
“anty tau, saya hanya bisa nangis saat itu.
Saya menangis bukan Karena apa yang
dikatakan adik saya itu benar, bukan karena
itu. Tapi saya menangis karena imam saya
dipandang rendah olehnya. Bagaimana
mungkin dia meremehkan setiap tetes
keringat suami saya, padahal dengan
tetesan keringat itu, Allah memandangnya
mulia. Bagaimana mungkin dia menghina
orang yang senantiasa membangunkan
saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana
mungkin dia menghina orang yang dengan
kata-kata lembutnya selalu menenangkan
hati saya. Bagaimana mungkin dia
menghina orang yang berani datang pada
orang tua saya untuk melamar saya,
padahal saat itu orang tersebut belum
mempunyai pekerjaan. Baigaimana
mungkin seseorang yang begitu saya
muliakan, ternyata begitu rendah
dihadapannya hanya karena sebuah
pekerjaan.
Saya memutuskan berhenti bekerja, karena
tak ingin melihat orang membanding-
bandingkan gaji saya dengan gaji suami
saya. Saya memutuskan berhenti bekerja
juga untuk menghargai nafkah yang
diberikan suami saya. Saya juga
memutuskan berhenti bekerja untuk
memenuhi hak-hak suami saya. Semoga
saya tak lagi membantah perintah suami.
Semoga saya juga ridho atas besarnya
nafkah itu. Saya bangga ukhti dengan
pekerjaan suami saya, sangat bangga,
bahkan begitu menghormati pekerjaannya,
karena tak semua orang punya keberanian
dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang
lebih memilih jadi pengangguran dari pada
melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi
lihatlah suami saya, tak ada rasa malu
baginya untuk menafkahi istri dengan
nafkah yang halal. Itulah yang membuat
saya begitu bangga pada suami saya.
Semoga jika anty mendapatkan suami
seperti saya, anty tak perlu malu untuk
menceritakannya pekerjaan suami anty
pada orang lain. Bukan masalah
pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya,
berkahnya, dan kita memohon pada Allah,
semoga Allah menjauhkan suami kita dari
rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil
tersenyum manis padaku.
Dia mengambil tas laptopnya,, bergegas
ingin meninggalkannku. Kulihat dari
kejauhan seorang ikhwan dengan
menggunakan sepeda motor butut
mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi
kaca helm, meskipun tak ada niatku
menatap mukanya. Sambil mengucapkan
salam, meninggalkannku. Wajah itu tenang
sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.


Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari
ini aku dapat pelajaran paling baik dalam
hidupku.
Pelajaran yang membuatu menghapus
sosok pangeran kaya yang ada dalam
benakku..
Subhanallah..
Sahabat..
Kekeliruan slama ini, orang mengganggap
kebahagiaan itu adalan kaya akan materi..
mobil mewah.. rumah bagus..
Tapi sesungguhnya kekayaan sebanarnya
itu ada saat kita merasa cukup akan nikmat
ALLAH walaupun tanpa ada materi yang
bersifat wah..

10 Tanda (Mungkin) Dia Jodoh Anda

10 Tanda (Mungkin) Dia Jodoh Anda


Jodoh, Rezeki dan Mati memang sudah ditentukan oleh Allah ketika manusia berada dalam kandungan. Tapi sampai manusia lahir dan bahkan dewasa sekalipun, tidak ada yang memberitahu kepada kita siapa jodoh kita. Sehingga kita sebagai manusia wajib berikhtiar untuk mendekatkan jodoh kita masig-masing.

Jodoh adalah misteri. Kadang kita cari jauh-jauh, eh ternyata jadinya sama tetangga kita sendiri. Sebab kita memang tidak tahu siapa bakal jodoh kita. Tapi tanda-tanda di bawah ini barangkali bisa membantu anda dalam menentukan sikap ketika sudah dekat dengan seorang wanita/pria.

10 tanda mugkin dia jodoh anda


Allah SWT memberi manusia telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan akal untuk berpikir. Jadi gunakan sebaik-baiknya untuk mengungkapkan rahasia cinta yang ditakdirkan. Dua manusia yang rasa mereka dapat hidup bersama dan memang berjodoh pasti memiliki ikatan emosional, spiritual dan fisik antara keduanya. Ketika bersama, masing-masing dapat merasakan kemanisan cinta dan saling membutuhkan satu sama lain. Lalu gerak hati mengatakan, dialah insan yang ditakdirkan untuk bersama.


  1. Bersahaja
 Dia bersikap bersahaja dan tidak bersandiwara. Coba perhatikan cara dia berpakaian, cara berbicara, cara ketawa serta cara makan dan minum. Apakah ia spontan dan tidak dikontrol ataupun terlihat aneh. Kalau ia nampak kurang nyaman dengan gayanya, berarti dia sedang berakting. Kadang-kadang, kita dapat mendeteksi apakah dia sedang berakting. Tetapi, ketika dia tampil bersahaja dan tidak dibuat-buat, maka dia adalah calon hidup kita yang sesuai. Jika tidak, dia mungkin bukan jodoh kita.

  1. Nyaman Bersamanya
Meskipun kita selalu bersamanya, tidak ada sedikit pun perasaan bosan, jemu ataupun tertekan pada diri kita. Semakin hari semakin sayang kepadanya. Kita selalu tenang, gembira dan dia menjadi pengobat kedukaan kita. Dia juga merasakannya. Rasanya nyaman sekali saat bersama. Bila berjauhan, terasa ada tekanan dan merasa ingin bertemu dengannya. Tidak siang ataupun malam, kalau tidak ada dia rasanya ada yang hilang.

  1. Menerima Apa Adanya
Apapun kisah masa lalu yang pernah kita lakukan, dia tidak ambil peduli. Mungkin dia tahu perpisahan dengan mantan kekasih anda sebelumnya andaa yang mulai. Dia juga tidak mengungkit-ungkit masa lalu anda. Yang penting, siapa anda sekarang. Biarpun dia tahu anda pernah memiliki kekasih sebelumnya, dia tidak ambil pusing. Yang dia tahu, anda adalah miliknya sekarang. Dia juga mau berbagi kisah masa lalunya. Tidak perlu menyimpan rahasia apabila dia sudah bersedia menjadi pasangan hidup kita.

  1. Selalu Jujur

Dia tidak cerita apa yang anda lakukan asalkan tidak menyalahi hukum hukum agama. Sikap jujur ​​yang dipamerkan menarik hati anda. Kejujuran bukan hal yang bisa diperankan. Kita dapat mencurigai sesuatu saat seseorang menipu kita. Selagi kejujuran bertakhta di hatinya, kebahagiaan menjadi milik anda. Bila berjauhan, kejujuran menjadi faktor paling penting bagi suatu hubungan. Bila dia tidak jujur, sulit baginya menghindari berselingkuh. Bila dia jujur, semakin hangat hubungan cinta anda. Kejujuran yang disulami dengan kesetiaan membuahkan percintaan yang sejati. Jadi, dialah sebaik-baik pilihan.

  1. Saling Percaya

Setiap orang memiliki rahasia tersendiri. Adakalanya suatu rahasia perlu dibagi supaya dapat mengurangi beban yang ditanggung. Bila anda memiliki rahasia dan ingin memberitahu kekasih, apakah rahasia kita selamat di tangannya? Bagi mereka yang berjodoh, sifat saling percaya mempercayai satu sama lain timbul dari dalam hati nurani mereka. Mereka merasa aman saat memberitahukan rahasia-rahasia kepada kekasihnya dibandingkan teman yang lain. Satu lagi, kita tidak merahasiakan apa pun kepadanya dan kita merasa pasti rahasia kita aman. Bukti cinta sejati adalah melalui kepercayaan dan kejujuran. Bahagialah orang yang memperoleh keduanya.

  1. Senang Bekerjasama

Bagi anda yang menginginkan hubungan cinta berhasil dan langgeng dalam jangka waktu yang panjang, anda dan dia harus saling bekerjasama melalui hidup ini. Anda dan kekasih perlu melakukan kerja sama melakukan suatu hal apakah hal seremeh sekalipun. Segala pekerjaan yang dilakukan harus disertai rasa ikhlas untuk membantu pasangan dan meringankan tugas masing-masing. Hal paling penting, anda dan dia dapat melalui semua ini dengan melakukannya bersama-sama. Anda dan dia juga dapat melakukan semuanya tanpa memerlukan orang lain dan kita senang melakukannya bersama. Ini penting karena ia mempengaruhi kehidupan kita di masa depan.

  1. Memahami Diri Kita

Bagi pasangan yang berjodoh, dia harus memahami diri pasangannya. Saat anda sakit dia bawa anda ke rumah sakit. Saat anda berduka, dia menjadi penghibur. Bila anda mengalami kesusahan, dia menjadi pembantu. Di kala anda sedang bicara, dia menjadi pendengar. Dia selalu bersama kita dalam situasi apapun. Apakah sedang gembira ataupun berduka, dia selalu ada untuk anda. Dia juga siap mengalami pasang surut dalam percintaan. Bila dia selalu bersama anda melalui hidup ini di kala suka dan duka, di saat senang dan susah, dialah calon yang sesuai menjadi pasangan hidup kita.

  1. Tampilkan Kelemahan

Tiada seorangpun yang sempurna di dunia ini. Bohong kalau ada orang yang mengaku dia insan yang sempurna dari segala sudut. Pasti ada kelemahan dan keburukan tertentu pada diri kita. Bagi dia yang bersedia menjadi teman hidup anda, dia tidak terlalu menyimpan rahasia kelemahannya dan bersedia memberitahu anda. Sudah tentu bukan hal yang menyenangkan untuk memberitahu dan mengakui kelemahan di hadapan kekasihnya. Bahkan, dia tidak segan memamerkan keburukannya kepada anda. Misalnya, saat dia bangun tidur atau sakit dan tidak mandi dua hari, dia tidak menghalangi kita dari mengunjunginnya.Apabila anda dan dia saling menerima kelemahan dan sifat buruk masing-masing, memang ditakdirkan anda hidup bersamanya.

  1. Kata Hati

Dengarlah kata hati. Terkadang, manusia dikaruniai Allah indra keenam yang dapat mengetahui dan memahami perasaan pasangannya. Dengan indera batin ini juga anda dapat saling tahu perasaan masing-masing. Anda dan dia juga dapat membaca pikiran satu sama lain dan dapat menduga reaksi dan reaksi pada situasi tertentu. Bila anda yakin dengan pilihan hidup anda, tanyalah sekali lagi. Apakah dia ditakdirkan untuk anda? Dengarlah kata hati dan buatlah pilihan. Serahlah segalanya pada ketentuan yang maha berkuasa.

  1. Shalat Istikharah dan Tawakkal
Jodoh dan pertemuan semuanya di tangan Allah SWT. Manusia hanya berusaha di dunia ini dan skenarionya ditulis oleh Yang Maha Kuasa. Adakalanya, dalam memainkan peran sebagai aktor, diberi petunjuk melalui mimpi atau gerak hati. Mimpi memang mainan tidur, tetapi ketika kita melakukan shalat Istikharah dan memohon agar Allah memberikan petunjuk, insya-Allah dengan izinnya kita mendapat petunjukNya. Jika dia pilihan kita, buatlah keputusan terbaik. Jika tidak, tolaklah dia dengan baik. Semua yang kita lakukan ini adalah untuk mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia. Setelah semuanya diusahakan, bertawakallah kepada Allah dan teruslah berdoa. Ingatlah, nikmat di dunia ini hanya sementara.Nikmat di akhiratlah yang  kekal selamanya.